Previous Next
  • Robotic Surgery

    Sistem komputerisasi dan teknologi medis yang canggih telah membantu para dokter untuk memberikan pengobatan yang semaksimal mungkin kepada pasiennya. Pembedahan konvensional selalu berkonotasi dengan luka operasi yang besar, resiko operasi yang tinggi dan masa pemulihan yang lama. Paradigma ini secara bertahap telah dikurangi dengan adanya kemajuan dibidang Minimal Invasive Surgery (MIS) ...

  • Laparoskopi

    Laparoskopi merupakan tindakan bedah yang mengunakan teknik Minimaly invasive surgery (bedah invasif minimal) dimana dokter menggunakan teleskop/camera kecil yang dimasukkan kedalam perut dan instrumen bedah dalam bentuk mini. ...

  • Thorakoskopi

    Thorakoskopi adalah tindakan bedah minimal akses yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani kelainan atau penyakit, khususnya pada rongga dada. Tindakan pelayanan bedah toraks bertujuan untuk memperbaiki fungsi anatomis dan fisiologis paru-paru melalui operasi sehingga berfungsi lebih baik daripada sebelumnya ...

  • Endoskopi

    Endoskopi adalah suatu prosedur medis untuk mengamati bagian dalam tubuh (dalam hal ini saluran cerna) tanpa melakukan operasi besar, dan merupakan alat penunjang canggih yang digunakan untuk. menegakkan diagnosis dan mengobati kelainan / penyakit saluran cerna atas maupun saluran cerna bawah secara canggih ...

  • Artroskopi

    Artroskopi (yang juga dinamakan operasi artroskopik) adalah suatu operasi invasif dimana digunakan untuk tujuan mendiagnosa ataupun pengobatan tulang sambung yang rusak dengan menggunakan atroskop, suatu jenis endoskop yang dimasukan dalam tulang sambung melalui lubang kecil ...

  • ESWL

    ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy) adalah tindakan pemecahan batu saluran kencing (ginjal,ureter.kandung kemih) dengan gelombang kejut (Shock wave) tanpa pembedahan sama sekali. Batu saluran kencing akan pecah menjadi fragmen kecil sekali sehingga dapat keluar spontan bersama air kencing ...

  • Ureteroskopi

    Ureteroskopi adalah tindakan bedah minimal akses yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani kelainan atau penyakit, khususnya pada saluran kemih. Tindakan ini dilakukan dengan alat endoskopi yang dimasukkan melewati saluran uretra (saluran kemih yang mengalirkan urin dari kandung kemih), kandung kemih, dan kemudian melewati ureter (saluran kemih dari ginjal menuju kandung kemih) ...

  • Bedah Endovascular

    Bedah endovascular adalah salah satu bentuk bedah akses minimal yang dibuat untuk memasuki pembuluh darah besar guna mengatasi berbagai penyakit pada pembuluh darah. Operasi endovascular merupakan bentuk operasi invasif minimal yang dirancang untuk mengakses berbagai bagian tubuh melalui pembuluh darah utama. Teknik endovascular awalnya dirintis untuk tujuan diagnostik oleh ahli radiologi ...

  • ARMIS ( Advanced Robotic and Minimal Invasive )

    ARMIS adalah layanan bedah khusus oleh tim dokter bedah terlatih yang memanfaatkan teknologi bedah termutakhir yang ada di dunia saat ini. Bedah minimal hanya membuat beberapa sayatan kecil berukuran beberapa milimeter untuk melakukan operasi. ...

Tuesday, 22 November 2016

Bedah dengan Robot, Lebih Optimal dan Risiko Minimal

Posted by Bundamedik Healthcare System | 08:21 Categories:

Sejumlah pasien kerap merasa takut akan menderita rasa sakit, penyembuhan yang lama, atau kecacatan ketika diminta untuk melakukan operasi. Karena alasan itu, tak jarang membuat mereka memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Dr. Sita Ayu Arumi, SpOG, salah seorang tim ARMIS (Advance Robotic and Minimally Invasive Surgery) menyayangkan anggapan dari masyarakat kalau operasi saat ini hanya berupa open surgery, di mana dokter melakukan pembedahan besar secara langsung pada pasien. Padahal kini, dengan teknologi kedokteran yang semakin maju, sudah ada teknologi pembedahan yang dapat dijalani oleh pasien. Tentunya, pembedahan dapat dijalani dengan lebih optimal, dengan risiko minimal. "Teknologi bedah robotik akan membuat perasi lebih efektif, efisien, dan memiliki keuntungan besar bagi pasien. Sebab, dapat mengurangi sayatan dan tingkat kesakitan yang rendah pada pasien," kata dia. Apalagi bila menggunakan bedah robotik seperti yang ada di Rumah Sakit Bunda Jakarta, pasien tak perlu terlalu lama mengambil cuti, dan tak perlu takut lagi hasil operasi akan membuat mereka jadi tak percaya diri.





















Monday, 21 November 2016

Keunggulan Metode Robotic untuk Prostatektomi dan Digestif

Posted by Bundamedik Healthcare System | 08:04 Categories:
Tak hanya di bidang urologi, bedah dengan ‘robot’ ini pun merambah di bidang Digestif. Luka besar pada perut adalah masa lalu. Saat ini dengan teknologi bedah yang mumpuni, yakni robotic surgery maka tindakan operasi pada kasus system disgetive dapat dilakukan dengan minimal invasif. Sementara menurut dr. Reno Rudiman, MSc, SpB(K) BD, FinaCS, FICS, Metode bedah robotic baru diperkenalkan. Sampai saat ini pihaknya telah menangani  dari 165 kasus (bidang Urologi, Kebidanan, dan Digestif) di RS Bunda. “Ini adalah fase untuk memperkuat diri. Jangan sampai kita tidak mempunyai kepercayaan diri, komplikasi minimal tapi hasil maksimal. 

Langkah selanjutnya setelah percaya diri adalah menjalin kerja sama dengan rumah sakit lain,” harap dr. Reno. “Ada tiga metode bedah. Bedah dengan operasi atau sayatan besar, laparoskopi, dan operasi dengan robotik. Yang terakhir ini hanya menyebabkan sayatan kecil, instrumennya bergerak sangat akurat dan presisi, karena ada peran robot. Ketiga operasi tersebut semuanya efektif, tapi dari jumlah pendarahan dan waktu penyembuhan yang paling unggul adalah operasi dengan robot,” urai dr. Reno. Dengan teknik operasi ini penyakit seperti batu saluran empedu, tumor prankreas, batu di pankreas, dan lain-lain, dapat diselesaikan. 

Dengan bedah robotic, maka dapat meminimalisir luka operasi, memberikan kemudahan untuk memastikan adanya perdarahan, menjangkau daerah yang sulit terlihat dan meminimalisir trauma pasca operasi. Sebagai contoh saat akan dilakukan gastric bypass, jika dilakukan dengan laparoskopy terkadang masih dapat terjadi peradangan. Namun dengan operasi robotik, seperti dengan operasi terbuka, kita dapat mengatur jahitan menggunakan benang resorbable dengan presisi yang luar biasa. “Bedah robotic lebih efisien. Luka dalam juga dijahit dengan baik, jaringan yang dipotong juga ditutup dengan penjahitan. Dengan robotic dibuat sekecil mungkin. Adapun rasa sakit yang muncul, karena luka kulit, bukan karena luka dalam,” imbuh dia.




Saturday, 12 November 2016

Laparoskopi pada Kelainan Kandungan

Posted by Bundamedik Healthcare System | 08:19 Categories:
Laparoskopi merupakan tindakan bedah yang mengunakan teknik Minimaly invasive surgery (bedah invasif minimal) dimana dokter menggunakan teleskop/camera kecil yang dimasukkan kedalam perut dan instrumen bedah dalam bentuk mini. Sering dikenal sebagai istilah awamnya “diteropong”. Dibandingkan dengan metode konvensional, di mana pasien dibedah dengan sayatan yang lebar di sekitar perut untuk pengangkatan kista, metode laparoskopi merupakan metode terkini (Gold Standard) dalam dunia kedokteran.

Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) pada dinding perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk instrumen bedah yang lain. Pada suatu keadaan mungkin dibutuhkan lubang tambahan.  Bahkan saat ini ada kemajuan pembedahan laparoskopi dimana lubang yang digunakan hanya satu yang dibuat pada pusar pasien. Tindakannya dinamakan Single Port Laparoscopy. Secara kosmetik akan jauh lebih baik seakan tidak pernah dilakukan tindakan operasi sebelumnya! Selanjutnya dokter akan menggunakan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut sehingga mudah melakukan tindakan. Namun ada pula teknik yang melihat langsung tanpa gas dengan mengangkat kulit dinding perut dengan alat khusus (gasless laparoscopy). Teknik anestesi/pembiusan yang digunakan umumnya anestesi umum.

Laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis adanya kelainan (Laparokopi Diagnosik/LD) atau dapat pula melakukan tindakan operasi tertentu (Laparokopi Operatif/LO). Pada kasus ginekologi saat ini perkembangan tindakan Laparoskopi sangatlah pesat. Tindakan yang dapat dilakukan adalah: diagnosis untuk melihat adanya kelainan pada kasus infertilitas (susah punya anak), melihat saluran telur (tuba) dan memperbaiki bila ada kelainan,  pembebasan perlengketan, sterilisasi, operasi hamil di luar kandungan, pengangkatan kista, mioma, bahkan dapat melakukan tindakan yang besar seperti pengangkatan rahim (histerektomi) dan operasi radikal pada kanker kandungan.

Selain meminimalkan risiko, Laparoskopi mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri luka pascaoperasi, mempersingkat waktu rawat inap sehingga hanya dalam satu atau dua hari saja pasien sudah dapat pulang dan melakukan aktivitasnya, permukaan perut pasien tidak akan memerlukan jahitan yang lebar sehingga tidak mengurangi estetika.

















Monday, 17 October 2016

Kenali Kanker Leher Rahim

Posted by Bundamedik Healthcare System | 07:24 Categories:

Kanker leher rahim adalah tumor ganas yang tumbuh dari jaringan leher rahim atau cervix uteri. Biasa juga disebut dengan kanker serviks. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rongga rahim dengan vagina (jalan lahir).

Kanker leher rahim biasanya lambat berkembang, kira-kira  12-15 tahun. Sebelum menjadi kanker, sel-sel di dinding leher rahim mengalami perubahan sifat yang disebut displasia. Di kemudian hari, sel-sel kanker mulai bertumbuh dengan cepat dan menyebar baik ke dalam leher rahim maupun jaringan di sekitarnya.

Mengapa Saya Dapat Terkena Kanker Leher Rahim?

Penyebab kanker leher rahim yang pasti sulit diketahui. Para ahli hanya dapat menemukan beberapa faktor risiko atas terjadinya kanker leher rahim. Namun, jika tidak terdapat faktor risiko, tidak berarti seseorang bebas terkena kanker.

Faktor risiko utama kanker leher rahim adalah infeksi virus yang disebut human papillomavirus (HPV). Tidak semua perempuan yang mengalami infeksi HPV akan terkena kanker, hanya kira-kira 5% saja, karena 95% infeksi HPV akan menghilang dengan sendirinya.

Ada lebih dari 150 jenis HPV, tetapi hanya sedikit saja yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, yang terbanyak adalah HPV tipe 16 dan 18. Tipe lainnya adalah 31, 33, 35, 45, dsb. Kelompok HPV yang menyebabkan kanker leher rahim disebut tipe risiko tinggi. Jika seorang perempuan terinfeksi HPV tipe risiko tinggi, ada kemungkinan infeksinya akan menetap, tidak menghilang, dan menyebabkan perubahan pra-kanker.

Sebagian besar perempuan yang sudah aktif secara seksual dapat terinfeksi HPV. Infeksi HPV biasanya tidak menyebabkan gejala apapun dan tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Seorang perempuan memiliki risiko lebih tinggi mendapat infeksi HPV jika memiliki lebih dari satu pasangan seks, atau pasangan seksnya memiliki pasangan seks lain.

Faktor-faktor risiko kanker leher rahim lainnya adalah:
  • Sering melahirkan anak;
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan;
  • Melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia sangat muda;
  • Merokok;
  • Mengkonsumsi pil KB dalam waktu lama (lebih dari 5 tahun).
  • Daya tahan tubuh rendah.

Apa Gejala-Gejala Kanker Leher Rahim?
Tidak ada gejala-gejala khusus pada kanker leher rahim yang baru terjadi. Jika sudah mulai besar, kanker leher rahim dapat memberikan gejala-gejala seperti:
  • Perdarahan dari kemaluan
  • Keputihan yang berlebihan
  • Nyeri sekitar kemaluan
  • Nyeri ketika senggama

Bagaimana Saya Mengetahui Kalau Saya Mengidap Kanker Leher Rahim?
Perubahan sel normal menjadi sel ganas atau kanker sebetulnya terjadi secara bertahap. Tahapan tersebut dapat dilihat di bawah mikroskop oleh dokter patologi yang berpengalaman. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengetahui adanya kanker leher rahim adalah dengan memeriksakan diri secara dini. Ada beberapa cara deteksi dini kanker leher rahim. Pemeriksaan yang paling dianjurkan adalah Pap smear atau Pap test. 

Pap smear adalah prosedur pengambilan sel-sel dari permukaan leher rahim dan vagina dengan suatu alat (spatula) yang dilapisi kapas. Sel-sel yang terambil kemudian diletakkan di gelas objek dan dilihat di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah normal atau tidak.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Saya Didiagnosis Kanker Leher Rahim?
Jika Anda baru didiagnosis mengidap kanker leher rahim, maka Anda perlu menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana kanker telah menyebar dalam tubuh Anda, apakah masih di leher rahim atau sudah ke bagian tubuh lainnya. Untuk itu, Anda akan diminta menjalani pemeriksaan-pemeriksaan berikut: 

Pemeriksaan dalam, yaitu pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis ginekologi dengan memasukkan jari ke dalam vagina Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh tumor telah menyebar secara klinis dan menentukan stadium penyakit.

Foto Rontgen dada, yaitu pemeriksaan sinar X ke rongga dada untuk melihat bayangan organ di dalam dada, seperti jantung dan paru-paru. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda sel kanker telah menyebar ke paru-paru. 

Ultrasonografi (USG) ginekologi, yaitu pemeriksaan dengan gelombang suara frekuensi tinggi terhadap organ reproduksi bagian dalam, yaitu rahim, indung telur dan struktur lain di sekitarnya, seperti ginjal, saluran kemih, buli-buli, dan usus besar. Pemeriksaan ini dapat membantu mengkonfirmasi stadium penyakit yang telah ditentukan secara klinis. USG dapat melihat apakah kanker menyebabkan penyumbatan saluran kemih dan pembengkakan ginjal, menembus buli-buli ke arah depan atau menembus usus besar ke arah belakang. 

CT scan atau MRI, yaitu pemeriksaan pencitraan yang lebih rinci terhadap bagian dalam tubuh Anda dan diolah oleh komputer. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi jika terdapat penyebaran sel kanker ke organ-organ dalam tubuh Anda, seperti hati, limpa, ginjal, dan lainnya.

Biopsi tumor, yaitu pengambilan sedikit jaringan kanker leher rahim untuk mengetahui jenis sel kankernya.

Stadium Kanker Leher Rahim

Stadium 1, Pada stadium 1, kanker telah terbentuk di dalam lapisan leher rahim. Stadium I dibagi menjadi dua, yaitu stadium IA dan IB berdasarkan kedalaman kanker yang ditemukan.
  1. Stadium IA: sejumlah kecil sel kanker ditemukan pada jaringan serviks dengan menggunakan mikroskop. Stadium IA dibagi menjadi stadium IA1 dan IA2:

  • Stadium IA1: kanker memiliki kedalaman tidak lebih dari 3 mm dan lebar tidak lebih dari 7 mm.
  • Stadium IA2: kanker memiilki kedalaman antara 3-5 mm dan lebar tidak lebih dari 7 mm.
  1. Stadium IB: pada stadium IB, kanker hanya dapat dilihat dengan mikroskop dan memiliki kedalaman lebih dari 5 mm atau lebar lebih dari 7 mm, atau dapat dilihat tanpa mikroskop. Kanker yang dapat dilihat tanpa mikroskop dibagi menjadi dua, IB1 dan IB2, berdasarkan ukuran tumor.  

  • Stadium IB1: kanker dapat dilihat tanpa mikroskop dan tidak lebih dari 4 cm.
  • Stadium IB2: kanker dapat dilihat tanpa mikroskop dan lebih dari 4 cm.
Stadium II, Pada stadium II, kanker telah menyebar ke luar leher rahim tetapi belum ke dinding panggul (jaringan yang melapisi bagian tubuh di antara kedua panggul) atau sepertiga bawah vagina. Stadium II dibagi menjadi IIA dan IIB, berdasarkan sejauh mana kanker telah menyebar.
  1. Stadium IIA: Kanker telah menyebar ke luar serviks sampai dua pertiga atas vagina tetapi tidak ke jaringan di sekitar rahim.
  2. Stadium IIB: Kanker telah menyebar ke luar serviks sampai dua pertiga bagian atas vagina dan jaringan di sekitar rahim.

Stadium III, Pada stadium III, kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina atau ke dinding panggun, dan/atau telah menyebabkan ginjal tidak berfungsi. Stadium III dibagi menjadi stadium IIIA dan IIIB, berdasarkan sejauh mana kanker telah menyebar.
  1. Stadium IIIA: Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina tetapi tidak ke dinding panggul.
  2. Stadium IIIB: Kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau tumor berukuran cukup besar sehingga menekan dan menyumbat ureter (saluran keih antara ginjal dan buli-buli). Penyumbatan ini menyebabkan ginjal membengkak atau tidak berfungsi. Sel-sel kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.

Stadium IV, Pada stadium IV, kanker telah menyebar ke buli-buli, rektum, atau bagian lain tubuh. Stadium IV dibagi menjadi stadium IVA dan IVB berdasarkan di mana penyebaran kanker ditemukan.
  1. Stadium IVA: Kanker telah menyebar ke buli-buli atau dinding rektum (usus besar bagian bawah) dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.
  2. Stadium IVB: Kanker telah menyebar ke luar panggul dan kelenjar getah bening panggul ke tempat-tempat lain di dalam tubuh, seperti hati, usus halus, atau paru-paru.

Pengobatan Kanker Leher Rahim 
Ada beberapa jenis pengobatan untuk kanker leher rahim, yaitu operasi (pembedahan), radiasi dan kemoterapi.

Bedah, Tindakan pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor. Ada beberapa prosedur yang dapat dilakukan:
  1. Konisasi: prosedur mengangkat jaringan berbentuk kerucut dari leher rahim dan saluran leher rahim (cervical canal). Prosedur ini disebut juga dengan biopsi kerucut (cone biopsy). 
  2. Histerektomi total, yaitu pengangkatan seluruh rahim, termasuk leher rahim. Jika dilakukan melalui vagina, tindakan ini disebut histerektomi vaginal. Jika dilakukan melalui sayatan di dinding perut, tindakan ini disebut histerektomi abdomen total (total abdominal hysterectomy). Jika dilakukan melalui alat laparoskopi, operasi ini disebut histerektomi total laparoskopik. Saat ini operasi robotik merupakan pilihan yang optimal untuk mengambil jaringan sakit dengan tepat, akurat dan aman.
  3. Histerektomi radikal, yaitu pengangkatan seluruh rahim, leher rahim, sebagian vagina, dan jaringan luas di sekitarnya, termasuk urat-urat (ligamen), indung telur (ovarium), saluran indung telur (tuba Fallopii), dan kelenjar-kelenjar getah bening di sekitarnya.
  4. Histerektomi radikal modifikasi, yaitu pengangkatan rahim, leher rahim, bagian atas vagina, urat-urat dan jaringan yang paling dekat dengan organ-organ tersebut. Kelenjar getah bening yang dekat juga mungkin terambil. Jenis pembedahan ini tidak mengangkat jaringan sebanyak histerektomi radikal.
  5. Salpingo-ooforektomi bilateral, yaitu pengangkatan kedua indung telur dan salurannya.
  6. Eksenterasi pelvis, yaitu pengangkatan bagian bawah usus besar, rektum, dan buli-buli. Leher rahim, vagina, kedua indung telur dan kelenjar getah bening terdekat juga diangkat. Pada pasien dibuat lubang buatan (stoma) untuk tempat keluar air kemih dan kotoran dari tubuh ke suatu kantung penampung.
  7. Bedah beku (cryosurgery), yaitu operasi menggunakan alat untuk membekukan dan menghancurkan jaringan abnormal, misalnya untuk karsinoma in situ. Tindakan ini juga disebut cryotherapy. 
  8. Laser surgery: Suatu prosedur bedah yang menggunakan berkas sinar laser sebagai ‘pisau’ untuk memotong jaringan tanpa perdarahan atau untuk mengangkat tumor.
  9. Loop electrosurgical excision procedure (LEEP), yaitu tindakan yang menggunakan arus listrik yang diteruskan melalui kawat tipis sebagai pisaunya untuk membuang jaringan abnormal atau kanker.

Radiasi (Penyinaran), Terapi radiasi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan sinar X berenergi tinggi atau radiasi sinar lain untuk membunuh sel-sel kanker atau mencegah pertumbuhan berikutnya. Terdapat dua jenis terapi radiasi, yaitu radiasi luar (eksternal) dan radiasi dalam (internal). Radiasi eksternal dilakukan menggunakan mesin di luar tubuh yang memancarkan radiasi ke arah kanker. Radiasi internal dilakukan dengan menggunakan zat radioaktif yang ditempatkan langsung di dalam atau di dekat lokasi kanker. Jenis dan cara pemberian radiasi tergantung jenis dan stadium kanker yang diobati.

Kemoterapi, Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, baik dengan membunuh sel-sel kanker atau mencegah mereka membelah (berkembang biak). Kemoterapi biasanya dilakukan dengan memasukkan obat ke dalam pembuluh darah (injeksi).

Pemilihan Terapi Berdasarkan Stadium KankerPra-Kanker Leher Rahim:
Terapi untuk lesi pra-kanker leher rahim dapat dilakukan antara lain dengan:
  • LEEP
  • Bedah Laser
  • Konisasi
  • Cryosurgery
  • Histerektomi total untuk perempuan yang tidak bisa atau tidak mau lagi memiliki anak.
  • Radiasi internal untuk perempuan yang tidak dapat menjalani operasi.

Kanker Leher Rahim Stadium IA
Pilihan terapi untuk stadium IA adalah:
  • Histerektomi total dengan atau tanpa salpingo-ooforektomi bilateral
  • Konisasi
  • Histerektomi radikal modifikasi dan pengangkatan kelenjar getah bening
  • Terapi radiasi internal

Kanker Leher Rahim Stadium IB
Pilihan terapi untuk stadium IB adalah:
  • Kombinasi terapi radiasi internal dan radiasi eksternal
  • Histerektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening
  • Histerektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening diikuti terapi radiasi plus kemoterapi
  • Terapi radiasi plus kemoterapi

Kanker Leher Rahim Stadium IIA
Pilihan terapi untuk stadium IIA adalah:
  • Kombinasi terapi radiasi internal dan radiasi eksternal plus kemoterapi
  • Histerektomi radikal dan pengangkatn kelenjar getah bening
  • Histerektomi radikal dan pembuangan kelenjar getah bening diikuti oleh terapi radiasi plus kemoterapi

Kanker Leher Rahim Stadium IIB
Pengobatan kanker serviks stadium IIB dapat meliputi radiasi internal dan eksternal berkombinasi dengan kemoterapi.

Kanker Leher Rahim Stadium III
Pengobatan kanker leher rahim stadium III dapat meliputi terapi radiasi internal dan eksternal berkombinasi dengan kemoterapi.

Kanker Leher Rahim Stadium IVA
Pengobatan kanker leher rahim stadium IVA dapat meliputi terapi radiasi internal dan eksternal berkombinasi dengan kemoterapi.

Kanker Leher Rahim Stadium IVB
Pengobatan kanker leher rahim stadium IVB dapat meliputi:
  • Terapi radiasi sebagai terapi paliatif untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kanker dan memperbaiki kualitas hidup.
  • Kemoterapi
  • Uji klinik obat antikanker baru dan obat-obatan kombinasi.

Kekambuhan Kanker Leher Rahim 
Pilihan terapi untuk kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan adalah:
  • Eksterasi panggul diikuti oleh terapi radiasi kombinasi dengan kemoterapi.
  • Kemotearpi sebagai terapi paliatif untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan kanker dan memperbaiki kualitas hidup.
  • Uji klinis obat antikanker baru atau obat-obatan kombinasi.

Bagaimana Kemungkinan Pemulihan (Prognosis) Bagi Saya?
Kemungkinan pulih tergantung beberapa faktor, antara lain :
  • Usia Anda dan kondisi kesehatan secara umum;
  • Ada tidaknya HPV tipe tertentu;
  • Stadium kanker;
  • Jenis sel kanker;
  • Ukuran tumor;
  • Respons terhadap pengobatan.



















  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube